Home BERITA TERBARU Legislator Ajak Kaum Ibu Jadi Agen Pencegahan Stunting

Legislator Ajak Kaum Ibu Jadi Agen Pencegahan Stunting

29
0
SHARE

Pulau Punjung, TS.Com – Anggota Komisi IX DPR RI Suir Syam mengajak kaum ibu untuk menjadi agen dalam pencegahan stunting mulai dari 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) seseorang.

“Seribuh HPK atau masa selama 270 hari dalam kandungan sampai dengan anak berusia 2 tahun merupakan periode penting dalam mencegah stunting,” kata Suir Syam dalam keterangan tertulis yang diterima, di Pulau Punjung, Senin.

Menurut dia cara paling efektif untuk memutus mata rantai stunting dan mencegah kasus stunting baru adalah pada periode 1.000 hari pertama kehidupan.

“Untuk itu saya mengajak kaum ibu untuk memulai pencegahan stunting sejak dini,” katanya.

Ia mengatakan stunting merupakan kondisi pada anak yang ditandai dengan kurang tingginya badan anak apabila dibanding dengan anak seusianya.

Stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak. Penyebab utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak, lanjut dia.

Kemudian, sambung dia stunting dapat pula terjadi karena kurangnya perhatian asupan gizi pada sejak masih dalam kandungan. Maka dari itu, penting memastikan ibu mengonsumsi makanan yang bergizi selama hamil.

“Kebutuhan asupan gizi anak harus terpenuhi sejak masih dalam kandungan. Asupan yang sangat penting meliputi ASI dan makanan pendamping ASI,” katanya.

Menurutnya, pencegahan atau penurunan stunting merupakan tanggungjawab semua pihak, masyarakat, pemerintah dan pihak terkait lainnya.

Menurut dia Pengobatan stunting dapat disesuaikan dengan mengetahui penyebabnya, misalnya dengan memperbaiki nutrisi, pemberian suplemen, atau menerapkan gaya hidup sehat.

Lalu, upaya lain yang biasa dilakukan dokter menangani stunting adalah, mengobati penyakit yang mendasarinya, memberikan nutrisi tambahan berupa suplemen, vitamin A, zat besi, zinc, dan yodium serta menerapkan perilaku hidup bersih dan memperbaiki sanitasi.

“berharap para peserta sosialisasi menebarkan ilmu yang didapat kepada masyarakat di lingkungan masing- masing,” tambah dia.

LEAVE A REPLY