Dharmasraya, TS.Com – Bupati Sutan Riska mengajak semua pihak agar segera mengambil langkah-langkah strategis sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing untuk melakukan penanganan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem sesuai Instruksi Presiden.
Dikesempatan itu Sutan Riska mengucapkan terima kasih kepada Bank Nagari Cabang Pulau Punjung dan PT Incasi Grup yang telah mendukung upaya penanggulangan kemiskinan dengan memberikan CSR kepada Pemerintah Daerah dalam bentuk bantuan pembangunan rumah, serta integrasi Program BAZNAS.
“Saya berharap ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan semoga kedepan tidak hanya kepada Bank Nagari Cabang Pulau Punjung dan PT Incasi Grup saja tetapi kita akan menggandeng perbankan dan perusahaan lainnya untuk melakukan hal yang mulia ini,” terangnya.
Lebih lanjut disampaikannya, salah satu upaya dan inovasi untuk pengentasan kemiskinan adalah dengan optimalisasi kegiatan kemetrologian guna memberikan perlidungan kepada konsumen adalah dengan melakukan Strategi Optimalisasi Kegiatan Kemetrologian melalui Sistem Terintegrasi (STIGMA METER) di Kabupaten Dharmasraya.
“Dengan strategi ini masyarakat pengguna UTTP dapat dengan mudah mendapatkan informasi dan pelayanan TTU”, sebut Sutan Riska.
Serta ada pengingat akan habis masa berlaku untuk segera dilakukan TTU dan pelayanan penerbitan Surat Keterangan Hasil Pengujian (SKHP) biasanya terbit 3 (tiga) hari pasca pengujian. Dengan strategi ini SKHP langsung keluar di hari yang sama, sehingga masyarakat pengguna UTTP segera bisa memanfaatkannya untuk kegiatan ekonomi.
Strategi optimalisasi kegiatan kemetrologian melalui sistem terintegrasi ini akan sangat membantu pemerintah daerah untuk percepatan menjadi Daerah Tertib Ukur, membuat masyarakat lebih melek metrologi dan perlindungan masyarakat sebagai konsumen dapat dicapai secara optimal. Selain itu, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi di kabupaten Dharmasraya, juga telah dibentuk Duta Perizinan Kabupaten Dharmasraya yaitu pelayanan investasi dan perizinan di 52 nagari.
“Dengan adanya Duta Perizinan, masyarakat akan mendapatkan pelayanan perizinan yang mudah dan cepat di nagari setempat tanpa harus datang ke ibukota kabupaten. Dari gambaran singkat inovasi-inovasi tadi, diharapkan akan muncul inovasi-inovasi lain yang mendukung pengentasan kemiskinan di kabupaten kita ini,” pungkas Bupati Sutan Riska.((*)
